Kamis, 09 Juli 2015

ide pembangunan negara indonesia

 
How to Change / Improving Conditions / Fate of the Nation State Indonesia

 

  As we know that our country is the Republic of Indonesia, who will continue as it was and then we die. Indonesia is a country where we live, move, community, breed, to enter into the grave later. As good citizens, it is appropriate that we have a strong desire to change the fate of our nation for the better in order to align with developed nations in the world as well as the more respected and valued in the international arena.God Allah will not change the fate of a nation if the people do not change themselves. In this life of worship is not only required, but also our efforts in life. Try seoleh-by we live a thousand years and Worship as if we die soon. Do not procrastinate doing good, if we had had no intention of kindness, immediately done because our age no one knows.Several Ways To Change and Improving Our Nation's fate:1. So Good People, Faith and cautiousOur country has too many culprits that should we become a hero because it is more honorable and proud. Follow the rules of religion and align with government laws and regulations.2. Mastering science and technology Useful Then Building PracticesTo accelerate the development and the alleviation of all the nation's problems required knowledge and high technology are positive. Avoid the risk of negative impacts that could damage our nation on the other side. Our first PR is a basic requirement that the prodding such as economics, education, health, food, etc. The Development profuse done for the benefit of the people.3. Be Creative The Positives (Thinking Beyond Boundaries)Useless master of science and technology without creativity has high ability in order to be different or even superior to other nations. Create the new things positive that can help build the nation Indonesia.4. Being a Leader (Exemplary) Or backers GoodTo improve the lot of us have to take power from the hands of a wicked person to our people well. After leading be example for all the people not concerned with its own interests and groups. If you are not able to be at least minimally leaders become successful team behind the scenes leader who is reliable, honest, fair, dignified, intelligent, polite, religious, patriotism, etc

sumber: http://www.organisasi.org/1970/01/cara-mengubah-memperbaiki-kondisi-nasib-bangsa-negara-indonesia-kita.html

tipsunik dalam pelatihan aplikasi tehnologo informasi (PATI)

TIPS UNIK

Beberapa hari ini saya menjalani Pelatihan Aplikasi Teknologi Internet di universitas Muhammadiyah Malang, dimana kegiatan yang dilakukan adalah aplikasi internet. Pengertian aplikasi internet disini adalah, teknologi yang harus kita miliki untuk menggali informasi dari berbagai sumber khususnya adalah dari internet, dan bertujuan untuk bisa dan mampu menjalankan teknologi internet yang saat ini berkembang pesat dan sangat penting sebagai akses untuk mempermudah pekerjaan maupun kegiatan masyarakat dijaman modern. Dengan adanya aplikasi internet ini para pemula dapat menjelajahi dunia maya dalam mencari menggali dan membaca informasi mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya untuk jurusan Pendidikan bahasa inggris.
Dan selama beberapa hari ini, adapun tugas-tugas dan evaluasi-evaluasi yang diberikan kepada saya sebagai mahasiswa yang saat itu menjalankan kegiatan tersebut. Banyak sekali yang saya dapat dari mengikuti kegiatan Aplikasi Internet . Dan tugas-tugasnya meliputi teknologi yang dinamakan internet.
Adapun untuk mengerjakan tugas-tugas dari kegiatan PATI  ini saya memiliki trik-trik atau tips yang saya gunakan untuk memperlancar dan mempermudah saya dalam menyelesaikan tugas dari kegiatan tersebut, diantaranya adalah:
1. Pahami tugas-tugas yang diberikan oleh pembimbing PATI
2. Kerjakan tugas bersama teman atau rekan anda, agar mempermudah dan mempercepat pengerjaan tugas yang berdeadline
3. Bekerjasamalah dengan teman anda, untuk membagi tugas sehingga lebih cepat dan tepat karena tugasnya telah dibagi sehingga terasa ringan.
4. Gunakan kesempatan waktu sebaik mungkin, karena tugas PATI yang biasa berdeadline harus dikerjakan semakin semakin baik.
5. Setelah mengerjakan tugas dan tugas selesai semua, ucapkan Alhamdulillah.

sumber: https://farizaazura96.wordpress.com/2014/06/19/tips-dan-trik-tutorial-informasi-unik-hasil-pelatihan-aplikasi-teknologi-internet-yang-saya-dapatkan/

perkembangan teknologi indonesia

Perkembangan Teknologi di Indonesia

Pada saat ini, kita hidup di zaman globalisasi atau bisa juga disebut zaman modernisasi. Modernisasi sendiri dalam ilmu sosial merujuk pada bentuk transformasi dari keadaan yang kurang maju atau kurang berkembang ke arah yang lebih baik dengan harapan kehidupan masyarakat akan menjadi lebih baik. Modernisasi mencakup banyak bidang, contohnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Di zaman modernisasi seperti sekarang, manusia sangat bergantung pada teknologi. Hal ini membuat teknologi menjadi kebutuhan dasar setiap orang. Dari orang tua hingga anak muda, para ahli hingga orang awam pun menggunakan teknologi dalam berbagai aspek kehidupannya. Para petani yang bekerja di ladang juga menggunakan teknologi untuk meningkatkan hasil panennya, contohnya adalah penggunaan traktor mesin yang lebih cepat dan efisien jika dibandingkan dengan bajak yang ditarik oleh seekor kerbau.
Kebutuhan manusia akan teknologi juga didukung dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. Perkembangan teknologi berkembang secara drastis dan terus berevolusi hingga sekarang dan semakin mendunia. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi dan penemuan yang sederhana hingga sangat rumit. Bahkan, kurang dari 10 tahun terakhir, teknologi handphone yang awalnya hanya sebuah alat komunikasi nirkabel berkembang menjadi alat komunikasi yang dapat mengambil foto, merekam video, mendengarkan musik, dan mengakses internet dalam hitungan detik.
Perkembangan teknologi saat ini merupakan dasar untuk mengembangkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemajuan suatu negara didasarkan atas seberapa jauh ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai oleh negara tersebut. Hal ini sangat beralasan dikarenakan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dasar dari setiap aspek kehidupan manusia.
Bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa yang hidup dalam lingkungan global, maka mau tidak mau juga harus terlibat dalam maju mundurnya penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan, khususnya untuk kepentingan bangsa sendiri. Sebagai negara yang masih berkembang, Indonesia dianggap belum terlalu maju dalam penguasaan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurut mantan Menteri dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Armida Alisjahbana, kemajuan teknologi di Indonesia masih rendah. Ada beberapa indikator yang membuktikan rendahnya tingkat teknologi di Indonesia, seperti kurangnya kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi di sektor industri, sinergi kebijakan masih lemah, dan sedikitnya jumlah ilmuwan di Indonesia.
Berdasarkan data United Nation for Development Program (UNDP) pada tahun 2013, indeks pencapaian teknologi Indonesia berada pada urutan ke-60 dari 72 negara. Ukurannya berdasarkan kepada penciptaan teknologi yang dilihat dari perolehan hak paten dan royalti atas karya dan penemuan teknologi, difusi inovasi teknologi mutakhir yng diukur dari jumlah pengguna internet dan besaran sumbangan ekspor teknologi terhadap barang ekspor, difusi inovasi teknologi lama yang dilihat dari jumlah pengguna telepon dan pemakai listrik, tingkat pendidikan penduduk berdasarkan rata-rata lama sekolah penduduk usia 15 tahun ke atas, dan angka partisipasi kasr penduduk yang menempuh pendidikan tinggi di bidang iptek.
Rendahnya kemajuan teknologi di Indonesia terlihat di Indonesia terlihat dari minimnya anggaran pemerintah untuk riset. Walaupun pada tahun 2010 pemerintah Indonesia telah mengalokasikan dana sejumlah 1,9 triliun rupiah (sekitar $205 juta) untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, ternyata dana ini hanya 0,85 dari pendapatan domestik bruto (PDB) per tahun. Jika dibandingkan dengan dana riset di Cina yang berjumlah 2%, Jepang yang berjumlah 3,4%, dan Korea Selatan 4,04% dari PDB, maka bisa disimpulkan bahwa Indonesia cukup tertinggal jauh.
Selain itu, kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi pada bidang sektor produksi di Indonesia juga masih rendah. Hal ini dapat terlihat dari kurangnya efisiensi, rendahnya produktivitas, dan minimnya kandungan teknologi dalam barang ekspor. Ekspor produk manufaktur didominasi oleh produk dengan teknologi rendah sebanyak 60%.
Berdasarkan beberapa fakta yang telah disebutkan, dapat disimpulkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia masih sangat rendah bahkan bisa dibilang tertinggal jika dibandingkan negara-negara lain. Hendaknya, kita terus meningkatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan negara kita.

 

keunggulan dan perkembangan budidaya perairan

 BUDIDAYA PERAIRAN

Image result for gambar makanan khas kota tidore kepulauan
Budi daya perairan (akuakultur) merupakan bentuk pemeliharaan dan penangkaran berbagai macam hewan atau tumbuhan perairan yang menggunakan air sebagai komponen pokoknya. Kegiatan-kegiatan yang umum termasuk di dalamnya adalah budi daya ikan, budi daya udang, budi daya tiram, budi daya rumput laut (alga). Dengan batasan di atas, sebenarnya cakupan budi daya perairan sangat luas namun penguasaan teknologi membatasi komoditi tertentu yang dapat diterapkan.
Budi daya perairan adalah bentuk perikanan budi daya, untuk dipertentangkan dengan perikanan tangkap.
Di Indonesia, budi daya perairan dilakukan melalui berbagai sarana. Kegiatan budi daya yang paling umum dilakukan di kolam/empang, tambak, tangki, karamba, serta karamba apung.

KEUNGGULAN

Image result for gambar perikanan
Image result for gambar perikanan
 Mampu menerapkan ilmu dan teknologi kelautan dalam melakukan kajian sifat-sifat dan proses fisika, kimiawi di laut, interaksi fisika dan kimiawi dengan organisme di laut, model numerik untuk mensimulasi dinamika pergerakan air laut dan prediksi sebaran limbah maupun material lainnya, model prediksi eksplorasi sumberdaya dan lingkungan laut, model peningkatan kualitas habitat, IPTEK akustik dan instrumentasi, SIG (sistim Informasi Geografi) kelautan, desain instrumen untuk eksplorasi sumberdaya dan lingkungan laut, dan menyediakan jasa konsultasi.

PERKEMBANGAN

 

Indonesia memiliki sumberdaya perikanan meliputi, perikanan tangkap di perairan umum seluas 54 juta hektar dengan potensi produksi 0,9 juta ton/tahun. Budidaya laut terdiri dari budidaya ikan (antara lain kakap, kerapu, dan gobia), budidaya moluska (kekerangan, mutiara, dan teripang), dan budidaya rumput laut, budidaya air payau (tambak) yang potensi lahan pengembangannya mencapai sekitar 913.000 ha, dan budidaya air tawar terdiri dari perairan umum (danau, waduk, sungai, dan rawa), kolam air tawar, dan mina padi di sawah, serta bioteknologi kelautan untuk pengembangan industri bioteknologi kelautan seperti industri bahan baku untuk makanan, industri bahan pakan alami, benih ikan dan udang serta industri bahan pangan. Besaran potensi hasil laut dan perikanan Indonesia mencapai 3000 triliun per tahun, akan tetapi yang sudah dimanfaatkan hanya sekitar 225 triliun atau sekitar 7,5% saja.
ampat14 
Peluang pengembangan usaha kelautan dan perikanan Indonesia masih memiliki prospek yang baik. Pengembangan usaha kelautan dan perikanan dapat digunakan untuk mendorong pemulihan ekonomi diperkirakan sebesar US$82 miliar per tahun.Indonesia memiliki kesempatan untuk menjadi penghasil produk perikanan terbesar dunia, karena kontribusi perikanan pada 2004-2009 terus mengalami kenaikan. Disamping itu potensi-potensi lainnya mulai perlu dikelola, seperti sumber daya yang tidak terbaharukan, agar dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi pembangunan.  Untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya kelautan dan perikanan dan menjadikan sektor ini sebagai prime mover pembangunan ekonomi nasional, diperlukan upaya percepatan dan terobosan dalam pembangunan kelautan dan perikanan yang didukung dengan kebijakan politik dan ekonomi serta iklim sosial yang kondusif.

KOMPETENSI LAINNYA

Kompetensi lainnya adalah seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab khususnya yang berkaitan dengan keunggulan dari PS ini. Dengan kompetensi yang dimiliki tersebut, diharapkan lulusan memiliki keunggulan kompetitif & komparatif dengan lulusan program studi sejenis dari perguruan tinggi lain. Berdasarkan kurikulum institusi seperti Al Islam/Kemuhammadiyahan I – IV, serta adanya program praktek usaha perikanan (PUP), maka kompetensi lainnya yang dimiliki oleh lulusan PS Budidaya Perairan adalah:
  1. Bersikap Islami dan mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan dalam kehidupan bermasyarakat.
  2. Berani memulai, melaksanakan dan mengembangkan usaha produksi di bidang perikanan.


sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Budi_daya_perairandanhttp://fpik.ipb.ac.id/index.php/departemen/budidaya-perairan-bdp/90-departemendanhttp://kmip.faperta.ugm.ac.id/potensi-kelautan-dan-perikanan-indonesia/

Rabu, 08 Juli 2015

tentang UMM

Sistem tatakelola di UMM dikembangkan untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif dan berkinerja tinggi. Kinerja semua unit akan diupayakan dapat diakses oleh publik, yang tidak semata-mata untuk pengambilan keputusan secara cepat tetapi mampu membangun rasa tanggungjawab dan keadilan.
                Struktur organisasi UMM mengalami perkembangan sesuai dengan kebutuhan dan peraturan perundangan yang berlaku. Landasan yuridis dari struktur atau susunan organisasi UMM dituangkan dalam Statuta Universitas Muhammadiyah Malang. Statuta UMM disusun berdasarkan Qa’idah Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang ditetapkan oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dengan SK No.: 19/SK¬PP/IIIB/1.a/1999 tanggal 20 Februari 1999 (Lampiran B.1). Sejak berdiri pada tahun 1964, statuta UMM telah mengalami empat kali pergantian yaitu pada tahun 1979, 1994, 2001 dan 2007. Struktur organisasi UMM sebagaimana secara garis besar adalah sebagai berikut :
 
1.       Badan Penyelenggara
2.       Badan Pelaksana Harian
3.       Senat Universitas
4.       Unsur Pimpinan : Rektor dan Pembantu Rektor
5.       Pelaksana Akademik (Fakultas)
6.       Unsur Pelaksana Akademik (Jurusan/Program Studi, laboratorium, Lemlit, LPM
7.       Unsur Pelaksana Administratif :
·         Biro Administrasi Akademik (BAA)
·         Biro Administrasi Umum (BAU)
·         Biro Keuangan
·         Biro Kemahasiswaan
·         Biro Kerjasama Luar Negeri (BKLN)
8.       Unsur Pengendali Mutu :
·         Badan Kendali Mutu Akademik (BKMA)
·         Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM)
·         Badan Perencanaan Pembangunan dan Pemeliharaan Kampus (BP3K)
·         Badan Pengendali Internal (BPI)
 
9.       Unsur Penunjang (Badan, Lembaga, UPT, Pusat Studi, Pusat Kajian dan Unit Bisnis).
 
Unsur penunjang adalah perangkat pelengkap di bidang pendidikan, penelitian pengabdian masyarakat dan perencanaan yang ada di luar fakultas, jurusan dan laboratorium. Tugas unsur penunjang antara lain memberikan pelayanan untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan perencanaan yang ada di luar fakultas, jurusan dan laboratorium. Masing¬masing unsur penunjang terdiri atas pimpinan, tenaga ahli dan tenaga administrasi. Pimpinan unsur penunjang akademik diangkat oleh dan bertanggung jawab langsung kepada Rektor.
                               
Unsur penunjang yang ada di UMM dibuat berdasarkan kebutuhan universitas dalam rangka menunjang penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berada di luar fakultas, jurusan dan laboratorium. Adapun unsur penunjang yang ada sekarang meliputi:
 
1.  Lembaga :
·         Lembaga Pengembangan Bahasa ( LC)
·         Lembaga Informasi dan Komunikasi (Lembaga Infokom)
·         Lembaga Kebudayaan (LK)
·         Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LP3A)
2. UPT
3. Pusat Studi
4. Unit Usaha
5. Unit lain
 
Badan Pemakmuran Masjid; Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum; Lembaga (Lembaga Kebudayaan, Lembaga Bahasa, Lembaga Informasi dan Komunikasi); Unit Pelaksana Teknis (UPT Penerimaan Mahasiswa Baru, UPT Perpustakaan, UPT Kesehatan, UPT Bimbingan Konseling, dan UPT Penerbitan); Pusat   Studi dan   Kajian   (Pusat   Studi   Kependudukan, Pusat   Studi Kewilayahan, Pusat Studi Wanita dan Kemasyarakatan, Pusat Studi Lingkungan, Pusat Bioteknologi; Pusat Studi Hortikultura; dan Pusat Kajian Energi Baru Terbarukan); serta Unit Bisnis atau profit center yang terdiri dari: UMM Dome, Hotel University Inn, Bookstore, Perbengkelan, Medical Center, SPBU dan Unit Perdagangan (Koperasi Karyawan, kantin, dan lain¬ lain.).
 
sumber: http://www.umm.ac.id/id/page/010208/tata-kelola.html

tentang daerah kota tidore kepulauan

TIDORE
Tidore adalah salah satu pulau yang berada di gugusan utara Kepulauan Maluku. Pulau Tidore bersebelahan dengan pulau Ternate dan Halmahera. Tidore dahulu merupakan negara monarki islam (Kesultanan) yang pada akhirnya berintegrasi ke dalam wilayah NKRI pada tahun 1946. Pada tanggal 31 Mei 2003 Tidore resmi menjadi Kotamadya dari Provinsi Maluku Utara hasil Otonomi daerah (Pemekaran dari Kab.Halmahera Tengah tahun 2013). Pembentukan ini didasari dengan dikeluarkannya UU RI No.1 Tahun 2003 tentang pembentukan Kotamadya Tidore Kepulauan. Pulau Tidore berluas wilayah 9.564,7 km² dengan jumlah penduduk sebanyak 98.025 jiwa (Statistik tahun 2010).
Tidore dalam skala peta Atlas Geografi (Maluku Utara)
Tidore dalam skala peta Atlas Geografi (Maluku Utara)
PERINGATAN HARI LAHIR TIDORE
Meskipun 31 Mei Tahun 2003 dikenal sebagai hari jadi Pemerintah Kotamadaya Tidore Kepulauan lewat pembentukan daerah kota dari UU RI No.1 Tahun 2003 dan meskipun kepemimpinan di negeri Tidore sangat sukar diketahui di era kuno (Kepemimpinan Momole), namun pemerintah dan masyarakat adat sepakat bahwa  titik tolak Sejarah Tidore ditarik sejak Tidore resmi menjadi Kerajaan Islam. Dengan literasi kuno yang tersimpan, maka sepakatlah kedua belah pihak bahwa Kerajaan Tidore (Secara Historis) berdiri pada tanggal 12 April Tahun 1109. Tanggal ini disesuaikan dengan kedatangan Maulana Tasriful Djafar Ashiddiq atas tugas Syiarnya serta resmi mengangkat puteranya dari pernikahannya Jou Boki Nurshafa yakni Muhammad Naqil Alias Shahjati sebagai Kolano (Penguasa) atas Tidore. Praktis kepemimpinan Islam di Tidore lahir.
RAS TIDORE
Ras asli orang Tidore adalah Melanesia (Ras berkulit coklat) yang masih berkerabat dengan FijiTonga dan beberapa bangsa kepulauan yang tersebar di kepulauan Samudra Pasifik. Namun ras asli tersebut kian menjadi masyarakat minoritas karena dominasi kaum pendatang (Arab ; ras kaukasoid, cina ; ras mongoloid) yang telah berbaur hingga membentuk ras campuran.
SUKU TIDORE
Suku TidoreTidore memiliki suku yang berdiri sendiri yakni Suku Tidore (Karna memiliki jenis induk linguistik yang sama), Suku Tidore berasal dari pulau Tidore. Suku tidore dahulu mendiami wilayah Pulau Tidore, Pesisir pantai Halmahera bagian barat, Pulau Mare, Pesisir Moti, dan Maitara. Suku Tidore lebih dominan hidup sebagai Nelayan dan minoritasnya adalah petani. Kaum nelayan hidup di pesisir, sedang petani hidup di pedalaman dan di puncak perbukitan. Masyarakat hidup dari mata pencaharian yang disesuaikan dengan tempat hidupnya. Sistim kepemipinan pribumi Tidore masih menggunakan kepemimpinan kelompok (klasik) yang dipimpin oleh orang yang terkuat dari komunitasnya. Orang ini diberikan kehormatan dengan julukan “Momole”.
NENEK MOYANG SUKU TIDORE
Nenek moyang suku Tidore sama halnya dengan dengan nenek moyang dari wilayah lainnya seperti dari pulau Halmahera dan pulau-pulau lainnya. Kebiasaan nenek moyang selalu identik dengan perang adat (perebutan kekuasaan) dan bertahan hidup. Konon menurut cerita turun temurun Nenek moyang orang Tidore hanya berani bermukim di pesisir pulau baik di Tidore hingga mencakupi Halmahera (Berhadapan dengan Tidore) sebab konon pula wilayah dalam atau dikenal dengan “Gam Tina” (pedalaman hutan/pegunungan) masih didominasi Kaum pribumi dari bangsa Jin. Di Maluku Utara lebih dikenal dengan nama “Mansia kornono” atau Orang gelap. Tak ada kronologi yang menjelaskan pengaturan tata kehidupan di Tidore namun dalam catatan sejarah (1626-1631) menjelaskan bahwa saat ituTidore memiliki dua masyarakat pribumi yakni Pribumi Manusia atau Masyarakat terang dengan sebutan “Bala Sita-sita” yang dipimpin oleh keturunan dari Jou Kolano (Raja Tidore) Syahjati alias Nakil putera dari imam Maulana Djaffar Asshidik dan Jou Boki Nursafa yakni Jou Kolano Ngora Malamo alias Sultan Alauddin Syah dan Pribumi Jin atau masyarakat gelap dengan sebutan “Bala Kornono” yang dipimpin oleh Jou Kolano Jin Tomabanga(kutipan Referensi Buku : Mengenal kesultanan Tidore hal : 5  MASWIN A. RAHMAN )
Kehidupan kuno nenek moyang suku Tidore
Kehidupan kuno nenek moyang Suku Tidore dan Halmahera pesisir
BUDAYA TIDORE
Tradisi kuno Suku Tidore masih melekat hingga kini yakni sarat akan kehidupan animisme (Menyembah Roh nenek moyang) dan bersahabat dengan kaum Jin. Meski pada persoalan Animisme dalam agama Islam bertolak belakang, namun para Ulama penyebar Islam di tanah Maluku Utara berhasil (Syekh Yaqub hingga Imam Djafar serta ulama lainnya) mampu dan berhasil memberikan pengetahuan dasar hakekat (Guna memberikan pemahaman akan kosmo kekuasaan dan khalayak kepemimpinan alam yang sebenarnya) lewat pengenalan identitas ketuhanan (Illahi) tanpa menggeser fondasi keimanan utama masyarakat akan kepercayaan peran (Roh) nenek moyang dalam kehidupan dan adatnya yang diimani jauh sejak Islam ada. Para ulama paham dengan kondisi ini olehnya itu konsekuensinya adalah Islam harus dikenalkan dengan tingkat yang jauh lebih tinggi dengan metode yang tinggi pula tak seperti di jawa (Wali Songo) dengan pendekatan Syariat-Kulturalnya. Usaha islamisasi agak berbeda dan sulit karena masyarakat (Maluku Utara kuno) saat itu telah maju secara pemikiran (Bijaksana) dan memiliki bakat alami yang mumpuni (Sakti). Itulah mengapa Tidore sarat dan kental akan penganut Islam Tarikat, Pengetahuan Islam yang tingkatannya jauh dan lebih tinggi karena orientasi pengislaman saat itu memang demikian. Landasan dan falsafah sosial yang kini melekat di Tidore daripada usaha para ulama Ulama dengan toleransi ide dan kebijaksanaan para kaum pribumi dalam menerima membantu proses Islamisasi masyarakat kini melahirkan satu kekuatan fondasi sosial yakni “Adat ge mauri Syara, Syara mauri Kitabullah”.” Yang artinya adat bersendi pada syariat (Islam) dan Syariat (Islam) yang bersendi pada kitab Allah SWT (Al-Qur’an).  Olehnya itu setiap tata budaya yang dilaksanakan oleh adat Tidore tak pernah keluar dari garis islam dan ketata-sosialannya sebagaimana peradaban islam lainnya yakni : Tata krama (Kesopanan dan kesusilaan), Etika (Perilaku) dan norma-norma islam.
KEBUDAYAAN TIDORE
Tidore memiliki kekayaan budaya yang diproses dari suatu kearifan peradaban yang berflasafahan dan beresetetika. Warisan budaya ini kemudian berkombinasi dengan ajaran Islam agar berkeseuaian dengan masyarakat Adapun Klasifikasi umum dari Kumpulan Budaya adat Tidore yang telah terbentuk dan terlestari hingga kini yakni :
1. Adat Perkawinan 2. Adat Bahasa dan Sastra 3. Adat Sistem organisasi dan golongan sosial masyarakat 4. Adat Busana 5. Permainan rakyat
1. ADAT PERKAWINAN TIDORE
Pelaksanaan perkawinan ditata melewati mekanisme formal layaknya mekanisme umum seperti lamaran hingga pelaksanaan akad, pada adat tidore mekanismenya sebagai beriku  :
1.1    SOGOSA SUBA SE SALAM (salam pelamaran) 1.2    SARI ORAS MALAHA (Penentuan waktu baik) 1.3    MUSUSU LAHI (Masuk minta / Meminang) 1.4   KOTA BALANJA (Antar balanja / antar pra mas kawin)  1.5   SARIWANGE MALAHA 1.6   MALAM RORIO (Malam kunjungan) 1.7   PAKA DEN (Naik ranjang) 1.8   HOGO JAKO (Memandikan pengantin) 1.9   SOKAI (Akad Nikah) 1.10 GOLU (Masuk kamar pengantin) 1.11 ORO BARAKAT (Minta berkat) 1.12 SILOLOA (Minta kesediaan) 1.13 MUNARA FOU SARO (Makanan hidangan pernikahan) 1.14 DOWARO (Mendengarkan ceramah pernikahan) 1.15 KORO DUN (Mengundang menantu perempun) 1.16 TOLA GUBA (Pembersihan hiasan pengantin). dan ; 1.17 TAGI SUBA (Kunjungan ke keluarga)
 1.1 Sari Oras Malaha (mencari dan menentukan waktu baik) 
Kegiatan ini berlangsung sesaat setelah keluarga calon mempelai wanita menerima belanja yang diantarkan oleh keluarga calon mempelai laki-laki. Penentuan bulan, hari dan jam didasarkan pada “saat dan kutika” menurut perhitungan Syaidina Imamul Djafar Sadek.
1.2 Malam Rorio (Malam kunjungan dan gotong royong).
Kegiatan ini berlangsung semalam sebelum akad nikah dilaksanakan sekitar pukul 19.00 – 23.00. Biasanya wanita /ibu-ibu dari kedua belah pihak keluarga datang membawa hantaran ”antar rorio” untuk persiapan kerja esoknya. Tradisi “rorio” bermakna saling menolong. Mereka yang datang pada malam tersebut ke rumah calon pengantin wanita membawa “rorio” dalam bentuk sadaqah beramplop dan balasannya adalah satu dos/bungkus kue ‘rorio’. Malam ini juga biasanya digunakan oleh muda /mudi untuk datang melihat ranjang pengantin yang telah dihiasi (honyoli tua se guba).
1.3 MUSUSU LAHI (Masuk minta / Meminang)
Adalah proses lamaran dari kaum pria yang ditemani oleh pihak keluarga atau wali keluarga. Dalam prosesi ini kaum pria yang diwakili oleh wali/orantua menyatakan ungkapannya akan keinginan mempersunting si perempuan.
1.3 PAKA DEN (Naik ranjang)
Paka den atau naik tempat tidur (pingitan) biasanya tiga hari jelang akad nikah, calon pengantin wanita maupun pengantin pria mengenakan pakaian adat dan sekujur tubuhnya dilulurkan bedak tradisional (pupu lade) yang sebelumnya dibacakan doa-doa. Acara ini memaknai membersihkan diri memasuki alam rumah tangga. Bagi perempuan ini tradisi ini disebut Wadaka (Dengan menggunakan bedak/semacam rempah kosmetik hingga pada hari kedua mempelai bertemu di hari puncak)
1.4 HOGO JAKO (Mandi membersihkan). 
Prosesi ini berlangsung di kediaman mempelai wanita. Utusan calon pengantin wanita dengan menggunakan baju adat menjemput calon pengantin pria. Calon pengantin wanita duduk diatas pangkuan seorang wanita muda dan calon pengantin pria dipangku seorang lelaki muda. Mereka dililitkan dengan kain putih dan kepalanya juga ditutupi kain putih. Didepan pengantin berdiri para wanita paru baya (yaya goa) dengan busana adat (dao) selaku pelaksana prosesi memandikan dan mengusapkan (hogo jako) kedua calon pengantin. Perlengkapan hogo jako terdiri dari bambu (dibu) berisi air yang dililitkan dengan kain putih, telur, buah pisang raja mentah, pinang, mayang pinang yang didalamnya berisi sumbu (jumlahnya ganjil), sirih, kapur, pelita, uang koin, daun beringin putih, daun pohon jawa, dan daun goliho. Makna acara ini adalah upaya menolak segala bencana atau marabahaya menjelang pernikahan maupun sesudahnya. Hogo jako juga dipergunakan pada acara Khitanan.
1.5 GOLU (sarang laba-laba / masuk kamar pengantin).
Menandakan jalan tersebut belum dilalui oleh siapapun (sang wanita  belum dinikahi oleh orang lain sebelumnya).  Akad nikah dilaksanakan menurut syariat Islam, yaitu diawali dengan khotbah nikah, Idzab Kabul, ucapan sighat taklik dan diakhiri dengan pambacaan doa. Sesudah Idzab Kabul, pengantin pria masuk ke kamar pengantin wanita (bathal wudhu). Biasanya kamar pengantin wanita dikunci rapat oleh kerabat pengantin wanita. Pintu dibuka setelah pendamping pengantin laki-laki melempari koin golu berulang-ulang ke dalam kamar pengantin wanita.
1.6 ORO BARAKATI SE SILOLOA (Ambil berkat dan bersuara).
Oro barakati sama halnya dengan mengambil / meminta berkat dari kedua mempelai kepada orang tua atau wali dan kerabat dekatnya. Seusai oro barakat dilanjutkan dengan siloloa dari seseorang yang mewakili pihak kedua keluarga pengantin menyampaikan siloloa atau sekedar prakata kepada yang hadir (menyampaikan sedikit perihal kedua mempelai, mohon maaf atas kekurangan dalam pelayanan dan seterusnya, juga ucapan terima kasih atas segala partisipasi). Siloloa juga dilakukan pada acara-acara lain seperti jelang keberangkatan Jenazah dari rumah duka.
 1.7 MUNARA FOU SARO atau Makanan hidangan ;
Seperangkat makanan adat khas Tidore, dihidangkan di atas meja yang diatur dan ditata sedemikian rupa, dan disantap oleh orang-orang yang mengenakan pakaian adat pula. Makanan adat sebelum disantap, dimasukan (disarokan) ke dalam kain putih (di atas taplak meja berwarna putih dan ditutupi kain berwarna putih). Masyarakat Tidore mengenal 3 (tiga) tingkatan pada ngam saro.
  1. Ngam romtoha (5 jenis makanan), dihidangkan di ruang khusus (kamar pengantin atau kamar khitanan), dicipi oleh kerabat dekat atau teman dekat. Acara makan tidak diawali dengan dowaro.
  2. Ngam capu – capu (5 – 9 jenis makanan) dihidangkan di ruang tamu, dapat dicicipi oleh sekalian undangan dan diawali dengan dowaro.
  3. Ngam tarunta (44 jenis makanan) dihidangkan di ruangan/lokasi yang memiliki kapasitas banyak orang. Santapan diawali dengan dowaro dan pembacaan doa selamatan. Jamuan makan ini diberlakukan pula pada acara makan khusus, seperti pelantikan Sultan, pejabat kerajaan, tamu-tamu agung dan, upacara-upacara adat. Namun demikian Fou Saro bukanlah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh tuan rumah pelaksana acara, pelaksanaan terserah pada kemampuan finansial penghajat.
 1.8 DOWARO
Yaitu suatu ungkapan dari seorang pawang/joguru yang menceriterakan dengan kata-kata bermakna tentang arti secara simbolis, setiap jenis makanan adat yang disuguhkan dalam acara tersebut. Juga ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, juga kepada seluruh yang telah berpartisipasi. Dowaro ini juga diucapkan oleh pawang/joguru pada acara dina kematian (biasanya pada dina besar hari ke–7 atau ke-9), dan dapat pula diucapkan pada hajatan lainnya seperti peresmian lembaga-lembaga adat dan lembaga-lembaga pemerintah/kerajaan.
1.9 KORO DUN   (Mengundang menantu)
Menantu perempuan diundang ke kediaman orang tua laki-laki. Biasanya dilakukan dengan makan saro (makan bersama) atau acara doa selamatan.
1.10 TOLA GUBA (Pembersihan hiasan)
Tola guba yaitu acara pembersihan hiasan/dekorasi di kamar pengantin. Dilakukan setelah 3 hari atau hari-hari ganjil sesudah akad nikah dan kadang-kadang disertai pesta muda-mudi.
1.11 TAGI SUBA (Kunjungan ke keluarga)
Kunjungan silaturahmi perdana sepasang suami istri yang baru menikah ke kediaman sanak keluarga. Didampingi oleh pasangan suami istri lainnya sebagai penunjuk keluarga, agar pasangan baru mengetahui sanak keluarganya. Biasanya kunjungan tersebut disertai dengan membawa makanan adat (tamo).

makana khas
Makanan Khas Makanan khas kota ini yang tidak terdapat di daerah lain di Maluku Utara adalah lapis tidore, kue bilolo dan juga mam raha serta popeda. Ada juga tela gule dan uge ake. 
1.1Makanan khas popeda
Image result for gambar makanan khas popedaImage result for gambar makanan khas popedaImage result for gambar makanan khas popedaImage result for gambar makanan khas popeda 
1.2Kue lapis tidore
 Image result for kue lapis tidore